Apa itu Warrant, Warrant Terstruktur, dan Bagaimana cara Exercise Warrant?
Apa itu Warrant dan Warrant Terstruktur?
Warrant merupakan instrumen turunan saham yang dapat diperjualbelikan dan ditebus menjadi saham. Warrant seringkali diberikan sebagai bonus saat membeli saham baru supaya penerbitan saham baru menjadi lebih menarik bagi investor.
Terdapat beberapa keuntungan berinvestasi Warrant. Investor dapat membeli saham baru dengan harga lebih murah dengan cara menebus Warrant yang dimiliki sesuai dengan harga pelaksanaan jika harga saham emiten lebih tinggi dari harga pelaksanaannya.
Warrant Terstruktur (Structured Warrant) adalah produk derivatif yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset acuan, seperti saham atau indeks, tanpa perlu membeli aset tersebut secara langsung. Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan peraturan terkait produk warrant terstruktur sebagai berikut:
Waran terstruktur memberikan investor hak untuk membeli atau menjual saham (underlying securities) pada harga tanggal yang sudah ditentukan. Waran terstruktur sendiri berbeda dari waran biasa, di mana instrumen ini tidak dapat diubah menjadi saham dan hanya dapat diterbitkan oleh sekuritas dengan menggunakan underlying saham konstituen IDX30.
Warrant Terstruktur diterbitkan dalam 2 tipe, yaitu:
- Call Warrant adalah waran terstruktur yang memberikan potensi keuntungan ketika harga aset acuan mengalami kenaikan.
- Put Warrant adalah waran terstruktur yang memberikan potensi keuntungan ketika harga aset acuan mengalami penurunan.
Baik Warrant biasa maupun Warrant Terstruktur dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor dapat memperoleh keuntungan atau kerugian dari selisih harga jual dan beli.
Perbedaan Warrant dan Warrant Terstruktur
| Warrant | Warrant Terstruktur |
|---|---|---|
Penerbit | Perusahaan (Emiten) | Sekuritas atau institusi keuangan |
Tujuan | Biasanya terkait aksi korporasi (IPO/rights issue) | Instrumen investasi atau trading |
Hak Pemegang | Hak membeli saham perusahaan | Eksposur terhadap pergerakan aset acuan |
Aset Dasar | Saham perusahaan penerbit | Saham, indeks, atau aset lainnya |
Risiko | Relatif lebih sederhana | Lebih kompleks dan berisiko lebih tinggi |
Potensi Dilusi Saham | Dapat menambah jumlah saham beredar | Tidak menyebabkan dilusi saham |
Jatuh Tempo | Cenderung memiliki jangka waktu lebih panjang | Antara 2 bulan hingga 24 bulan |
Bisa Dikonversi menjadi Saham Induk | Warrant biasa dapat dikonversi menjadi saham induk melalui proses exercise | Umumnya tidak dikonversi menjadi saham induk (umumnya cash settlement) |
Simbol | Ditandai dengan notasi 'W' di belakang saham utamanya, contohnya BBRI-W. | Menggunakan format kode khusus yang memuat informasi tambahan terkait produk terstruktur tersebut, contohnya BBCADRCM3A. |
Bagaimana cara Exercise Warrant di Bibit Plus?
- Masuk ke halaman Portofolio, exercise warrant dapat dilakukan dengan klik warrant yang ingin di exercise, kemudian klik exercise.

- Input jumlah lembar dan harga yang ingin di exercise (ketika exercise satuannya lembar) lalu klik tombol exercise.

- Pada Preview Order klik tombol Konfirmasi.

- Order exercise diterima. Exercise warrant kamu akan diproses dalam 3 hari bursa untuk konversi ke saham induk.

Ketentuan Exercise Warrant:
- Exercise dapat dilakukan mulai dari Exercise Start s/d Exercise End maksimal jam 10.00 WIB.
- Exercise warrant hanya bisa dilakukan jika cash on hand mencukupi.
- Exercise akan diproses di hari bursa periode Exercise. Apabila dilakukan selain hari bursa maka exercise akan diproses di hari bursa berikutnya.
- Apabila melakukan pembelian untuk penebusan warrant baru bisa dilakukan 1 hari setelah jatuh tempo pembelian (jatuh tempo = 2 hari bursa)
Diperbarui pada: 20/05/2026
Terima kasih!
